Hujan turun membasahi bumi, memeluk tanah yang lama rindu.
Di sini aku berdiri sendiri, mengeja nama dalam gerimis yang syahdu.
Akar pohon sungkai menjalar, seperti ingatan yang tak mau pergi.
Angin sungai berbisik keras, tentang masa yang telah berlari.
Biarlah hujan mencuci luka, dan embun malam menyembuhkan duka.
Sebab negeri ini menyimpan cerita, di setiap tetes, di setiap kata.
Personifikasi
Metafora
Imaji alam
Makna & Interpretasi
Puisi ini menggambarkan kerinduan mendalam seorang perantau pada kampung halamannya di Riau. Hujan menjadi metafora untuk kenangan yang terus-menerus membasahi ingatan.