Tanganmu kasar oleh waktu,
namun sentuhannya selalu hangat.
Di setiap kerutan kutemu cinta,
yang tak pernah mengenal kata batas.
Ibu, doamu adalah langit,
menaungi aku dari hujan dan badai.
Namamu kusebut ketika tersesat,
dan jalan pulang selalu terbuka kembali.
Di surga doa-doamu mengetuk pintu,
memohonkan anak yang jauh agar selalu terlindung.
Ibu, kasihmu adalah laut,
dalam tanpa tepi, nyata tanpa syarat.