Bait-bait puisi yang lahir dari jiwa para penyair Riau — mengalun bebas, penuh metafora, dan sarat keindahan bahasa Melayu.
Klik kartu untuk membaca puisi lengkap beserta maknanya
"Sungai Siak mengalir tenang,"
Sungai Siak sebagai saksi bisu peradaban Melayu — dari kejayaan masa lampau hingga semangat yang tetap mengalir.
"Hujan turun membasahi bumi,"
Hujan menjadi simbol kerinduan dan kenangan yang mengaliri tanah Melayu dengan cerita yang tak terhapus oleh waktu.
"Tanganmu kasar oleh waktu,"
Sebuah persembahan kata kepada ibu — sosok yang tangannya kasar oleh waktu namun cintanya selalu hangat tanpa batas.
"Di rimba raya kau berdiri megah,"
Sebuah seruan untuk menjaga rimba Riau — warisan alam yang tak ternilai bagi anak cucu.
"Lampu-lampu kota berkelip seperti bintang,"
Pekanbaru di malam hari — kota yang berdenyut dengan kehidupan modern namun masih menyimpan jiwa Melayu yang tenang.
"Riau, negeri tempat aku lahir dan besar,"
Sebuah surat dalam bentuk puisi — curahan hati sang penyair untuk negeri Riau yang dicintai.