Penulis Riau ·± 4 menit
Pak Daud membuka lapaknya sebelum ayam berkokok. Kain-kain songket dan tenun Melayu ia tata dengan penuh cinta, seolah setiap lembar adalah bagian dari dirinya sendiri.
Pembeli itu terdiam. Lalu perlahan, ia mengulurkan uang sesuai harga yang diminta — bahkan sedikit lebih.
Pak Daud tersenyum dengan mata yang berkaca. Bukan karena uangnya, tapi karena ada seseorang yang akhirnya mengerti.
Cerpen ini merayakan nilai kearifan lokal dan usaha melestarikan budaya Melayu dalam derasnya modernisasi.
Orientasi
Perkenalan tokoh & latar
Komplikasi
Konflik berkembang
Klimaks
Puncak ketegangan
Resolusi
Penyelesaian & penutup