Serindit
Balai Bahasa Provinsi Riau
Cerpen Pedagang Kain di Pasar Pagi
Cerpen · Kehidupan Sosial

Pedagang Kain di Pasar Pagi

Penulis Riau ·± 4 menit

Kehidupan Sosial ± 4 menit BudayaKetekunanEkonomi Lokal

Pak Daud membuka lapaknya sebelum ayam berkokok. Kain-kain songket dan tenun Melayu ia tata dengan penuh cinta, seolah setiap lembar adalah bagian dari dirinya sendiri.

"Ini bukan sekadar kain, Bu," ujarnya kepada seorang pembeli yang menawar terlalu murah. "Di setiap benangnya ada keringat penenun dari Siak sana."

Pembeli itu terdiam. Lalu perlahan, ia mengulurkan uang sesuai harga yang diminta — bahkan sedikit lebih.

Pak Daud tersenyum dengan mata yang berkaca. Bukan karena uangnya, tapi karena ada seseorang yang akhirnya mengerti.

"Nak," kata Pak Daud sambil melipat kain dengan hati-hati, "di sini aku tidak hanya menjual kain. Aku menjaga cerita. Selama ada satu orang yang masih mau mendengarkan cerita itu, aku akan terus di sini."

Pesan Moral

Cerpen ini merayakan nilai kearifan lokal dan usaha melestarikan budaya Melayu dalam derasnya modernisasi.

Kembali ke Koleksi Cerpen

Info Cerita

GenreKehidupan Sosial
PenulisPenulis Riau
Waktu Baca± 4 menit
Tema
BudayaKetekunanEkonomi Lokal

Struktur Cerita

Orientasi

Perkenalan tokoh & latar

Komplikasi

Konflik berkembang

Klimaks

Puncak ketegangan

Resolusi

Penyelesaian & penutup

Cerpen Lainnya